Ulumul Qur’an (Kajian Sejarah Dan Perkembangannya) – Bagian 4 : Urgensi Mempelajari Al-Qur’an

Ulumul Qur’an (Kajian Sejarah Dan Perkembangannya) – Bagian 4 : Urgensi Mempelajari Al-Qur’an

Tulisan lanjutan dari : Bagian 3 : Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ulumul Qur’an

 

Adapun tujuan dari mempelajari ‘Ulumul Qur’an adalah :

  1. agar dapat memahami kalam Allah ‘Aza Wajalla sejalan dengan keterangan yang dikutip oleh para sahabat dan para tabi’in tentang interprestasi mereka terhadap Al Qur’an
  2. agar mengetahui cara dan gaya yang digunakan oleh para mufassir (ahli tafsir) dalam menafsirkan Al Qur’an dengan disertai penjelasan tentang tokoh-tokoh ahli tafsir yang ternama serta kelebihan-kelebihannya.
  3. agar mengetahui persyaratan-persyaratan dalam menafsirkan Al Qur’an
  4. mengetahui ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan dalam menafsirkan Al Qur’an

Hubungan ‘Ulumul Qur’an dengan tafsir juga dapat dilihat dari beberapa hal yaitu :

Fungsi ‘Ulumul Qur’an Sebagai Alat Untuk Menafsirkan,

  1. Ulumul Qur’an akan menentukan bagi seseorang yang membuat syarah atau menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an secara tepat dapat dipertanggungjawabkan. Maka bagi mufassir ‘Ulumul Qur’an secara mutlak merupakan alat yang harus lebih dahulu dikuasai sebelum menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an.
  2. Dengan menguasai ‘Ulumul Qur’an seseorang baru dapat membuka dan menyelami apa yang terkandung dalam Al Qur’an.
  3. ‘Ulumul Qur’an sebagai kunci pembuka dalam menafsirkan ayat Al Qur’an sesuai dengan maksud apa yang terkandung di dalamnya dan mempunyai kedudukan sebagai ilmu pokok dalam menafsirkan Al Qur’an.

Fungsi ‘Ulumul Qur’an sebagai Standar atau Ukuran Tafsir

Another Lost Stories :  Akar Pemikiran KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan

Apabila dilihat dari segi ilmu, ‘Ulumul Qur’an sebagai standar atau ukuran tafsir Al Qur’an artinya semakin tinggi dan mendalam ‘Ulumul Qur’an dikuasai oleh seseorang mufassir maka tafsir yang diberikan akan semakin mendekati kebenaran, maka dengan ‘Ulumul Qur’an akan dapat dibedakan tafsir yang shahih dan tafsir yang tidak shahih.

Ada beberapa syarat dari ahli tafsir ( mufassir) yaitu :

  • akidahnya bersih
  • tidak mengikuti hawa nafsu
  • mufassir mengerti Ushul at-Tafsir
  • pandai dalam ilmu riwayah dan dirayah hadits
  • mufassir mengetahui dasar-dasar agama
  • mufassir mengerti ushul fiqh
  • mufassir menguasai bahasa Arab

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa ‘Ulumul Qur’an sangat penting dipelajari dalam rangka sebagai pijakan dasar dalam menafsirkan Al-Qur’an oleh para mufassir. Dapat dikatakan semakin dikuasainya ‘Ulumul Qur’an oleh mufassir maka semakin tinggilah kualitas tafsir yang dibuatnya.

Wallahu a’lam bish shawabi ..

bersambung ke : Bagian 5SaveSave

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Appreciation