Tour of Duty : Undangan Ke Kepulauan Kai, Kabupaten Maluku Tenggara Bagian Ke-3

8 Agustus 2017

Hari ini hari besar bagi masyarakat Kei, karena hari ini pertama kalinya diselenggarakan Festival Pendidikan Kei yang pesertanya terdiri dari anak-anak tingkatan sekolah PAUD, SD, SMP serta SMA.

makanan pokok khas Kepulauan Kai, embal, ikan asap dan daun singkong dengan parutan kelapa

Bertempat di pinggir pantai, terasa sangat meriah atas antusiasme para peserta dan tak ketinggalan riuhnya dari para orang tua dan bapak ibu guru, yang kesibukannya melebihi anak-anaknya yang menjadi peserta.

Tak disangka, pada kegiatan ini saya bertemu dengan teman sekolah SMP di Bandung dulu, padahal untuk reuni yang sengaja diadakan di Bandung, saya belum mendapat rejeki untuk dapat menghadirinya. Sungguh sempit dunia ini. Dia adalah Ifa Hanifah Misbach, seorang ahli psikologi yang kebetulan juga merupakan adik dari Ridwan Kamil, Walikota Bandung saat ini.

Setelah usai acara pembukaan Festival Pendidikan Kei 2017 oleh Wakil Bupati, saya beranjak ke rumah dinas pak Dey untuk berkumpul bersama para raja di wilayah ini, dan tidak disangka saat diangkat menjadi anak adat Suku Kei.

Another Lost Stories :  Diangkat Menjadi Anak Adat Suku Kei

Diskusi yang sengaja dirancang non formal, berjalan dengan sangat cair. Terasa tidak ada sekat antara saya yang sedang melakukan perjalanan dinas dengan para raja, tetapi sungguh saya merasakan sebagai bagian dari mereka.

diskusi Paradigma Pembangunan Desa Berwawasan Kesehatan bersama Camat Kei Kecil Barat dan Kepala Puskesmas Kei Kecil Barat

Sekitar jam 16, seluruh kegiatan telah usai, para penduduk serta para raja telah kembali, giliran saya berkumpul bersama-sama teman-teman Program Generasi Sehat Cerdas, baik para pendamping lokal, fasilitator kecamatan, fasilitator kabupaten, koordinator provinsi dan juga para penggiat pemberdayan masyarakat Desa, sambil makan siang yang tertunda.

Dalam suasana yang akrab, sungguh saya merasa kecil berada di tengah-tengah mereka yang telah berjuang secara aktif menembus segala kesulitan demi sejahteranya masyarakat Desa. SALUTE!!

Jam 17, saya beserta Gembul dan teman-teman Program Generasi Sehat Cerdas bersiap-siap untuk menuju kota Langgur, menginap semalam disana dan subuh kembali ke kota Ambon dengan penerbangan pertama dan satu-satunya .. ya, karena jam itu saja penerbangan dari Langgur ke Ambon, hahahaha ..

Perjalanan menuju Langgur, kendaraan dipacu sangat cepat untuk mengejar momen sunset di Pantai Pasir Panjang. Dan walhasil, terlambat ..  😥 

Pantai ini merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Maluku Tenggara, yang terkenal dengan pasir yang sehalus bedak, dan digadang-gadang sebagai pasir pantai terhalus di dunia. Sungguh pantai dengan ombak yang bersahabat, pemandangan yang sangat indah, masih sangat bersih, terawat dan semoga tetap seperti ini sampai nanti.

 

late sunset at Pasir Panjang Beach, Langgur

 

Malam ini kami diarahkan oleh teman-teman Generasi Sehat Cerdas menginap di Hotel Syafira Langgur untuk beristirahat malam ini. Dan ternyata malam ini saya tidak dapat beristirahat, karena (kebetulan) hotel ini sedang renovasi sehingga banyak debu, dan saya yang alergi debu menjadi sering bersin, ditambah kamar saya yang satu lantai dengan karaoke. Dapat dinilai kualitas peredam karaokenya dengan terdengarnya suara-suara penyanyi dari dalam kamar saya.

Another Lost Stories :  Review : Syafira Hotel Langgur

 


Series Tour of Duty : Undangan Ke Kepulauan Kai

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..

Banner IDwebhost