Tips Membeli dan Bawa Sepeda [BROMPTON] Dari Luar Negeri

Mumpung lagi rame, saya mau share pengalaman bawa Brompton dari Amsterdam ke Indonesia. Pada waktu yg hampir bersamaan dg Pak Dirut, saya bawa satu unit sepeda Brompton ke tanah air, beda nya beliau bawa scr ilegal (katanya), kalo saya scr legal. Ada surat2 nya, faktur, manifest, custom declaration dan tentu saja, bayar pajak di customs di Bandara Soetta sebesar 27,5%, yg terdiri dari 10% Bea Masuk, 10% PPN Impor dan 7,5% PPh Impor.

Rencana ini sebetulnya udah lama mau di realisasikan, dari tahun 2014 pd saat saya sepedaan keliling bbrp kota di Belanda dan mencoba Brompton utk pertama kalinya di Den Haag. Dalam hati saya : Ini Sepeda enak bgt! Saya mau bawa pulang! Namun krn terbatas nya waktu, dana dan informasi mengenai cara membawa masuk ke Indo, daripada disita negara kyak sepeda Pak Dirut, akhir nya rencana saya tunda.

Barulah sekarang bisa saya bawa itu sepeda, Brompton S2L Raw Lacquer. Sepeda nya terlihat buluk, krn ga di cat, tp disitulah seninya.

Sewaktu di Brompton Junction, saya sempet ngobrol2 sama Project Manager nya Brompton dr London, dia bilang takjub dg antusias orang Indo sama Brompton, katanya 80% pengguna Brompton diluar eropa itu adalah orang Indonesia, gila gak tuh!

Berikut saya share beberapa hal dr pengalaman saya :

How To Buy and How much does it cost? Harga toko dan harga website itu sama persis. Jadi sebelum beli check dulu harga di website resmi Brompton. Kalo mau pesen warna dan spec khusus, bisa pesan minimal 2 minggu sblm kita ambil barang nya dan hrs bayar lunas! Kebetulan saya beli sepeda yg ada di stock aja, di sebuah toko di Amsterdam, jadi saya tinggal bayar cash and carry. Range harga antara 1000-1700 euro utk type yg bukan special edition dan electric. Pembayaran bisa cash or credit card tp mrk lbh suka credit card. Saran saya pake cash aja, krn convertion rate nya Visa kejam.

Another Lost Stories :  Seri Content Marketing Tools : SOCIAL MEDIA TOOLS 2017

Where To Buy : Selalu ada 2 options : Official Store nya Brompton which is Brompton Junction atau beli di Toko Sepeda biasa yg jual Brompton. Untuk harga, kedua toko punya banderol yg sama, jujur sesuai website resmi Brompton. Apa bedanya? Bedanya Official store hanya menjual sepeda yg sesuai dg spec dr pabrik. Kalo toko biasa bisa kasih harga miring dan bisa copotin aksesoris yg ga kita butuhkan, jd harga bisa lbh ekonomis. Saya beli di toko biasa, tapi distributor nya Brompton di Amsterdam, jadi spec bisa di atur2.

Brompton Display in Amsterdam
Salah satu toko Brompton di Amsterdam

Test Ride : Lakukan test ride dan cobalah semua type yg ada : S, M dan H, mereka selalu sediakan Demo Bike-nya (terlihat dalam gambar). Pilih yg plg sesuai dg karakter riding anda.

Demo Bike for all types : S, M and H

How To Pack : Setelah transaksi, sepeda akan di test sekali lagi memastikan semua fungsi berjalan baik. Semacam test QC oleh technician, tanpa itu, sepeda ga akan di pindah tangankan ke konsumen. Packing bisa dalam kardus standard Pabrik, atau beli hard case khusus sepeda lipat, biar lbh keren, disana harga nya sekitar 200 euro, Kalo saya pilih pake kardus dan itu aman selamat smp Jakarta.

Another Lost Stories :  Bahagia Itu Sangat Sederhana

VAT Refund : PENTING, pilihlah toko yg bisa proses VAT refund dan sediakan faktur. Tanyakan dulu sebelum transaksi. karena sbg orang asing disana, kita tdk punya kewajiban bayar pajak. Jadi VAT (Value Added Tax) itu akan dikembalikan, melalui proses yg mudah di bandara atau scr online. Lumayan 12%-21%!

Sebagai contoh saya beli sepeda 1420 Euro x 12% = Sekitar 173 Euro Tax refund nya, sekitar 2,8 Juta. Namun yang paling penting minta STAMP CUSTOMS di Airport. Tanpa stamp dari custom, kita ga bisa proses refund tax nya. Saya waktu itu di Schipol Amsterdam, dgn menunjukan faktur pembelian, fisik sepeda, paspor dan flight ticket, lsg di stamp fakturnya. Lalu lakukan proses Tax Refund sblm Terbang ke Tanah Air dg mengisi form yg disediakan.

VAT Form

How To Check in : Setelah proses VAT Refund selesai, sepeda bisa kita masukin bagasi. Biasanya mrk akan tanya ini kardus isi nya apa? Stlh tau sepeda, maka akan di kategorikan Odd-Size Luggage atau Bagasi dg ukuran khusus. Counternya beda lagi nanti. Kebetulan saya naek Emirates Amsterdam-Dubai-Jakarta, mrk lsg jelasin ke saya cara nya. Jadi kita check-in normal dulu, stlh itu baru sepeda di bawa ke counter check-in khusus alat olah raga spt sepeda, alat golf dll. Jatah bagasi saya 25kg, si Brompton berat ya 11kg dan plus koper saya 10kg, jadi ga over bagasi, Beres!

Proses Customs di Bandara : Sesampai di Soetta, sepeda bisa lsg di ambil di tempat klaim bagasi ukuran khusus, setelah bikin customs declaration, lsg berhadapan dg petugas bea cukai, cek barang dan silahkan itung2an deh. Mereka akan minta bukti pembelian, menghitung pajaknya dan bayar ditempat cash atau pake Kartu ATM. Sebagai ilustrasi sepeda saya beli sekitar harga $1500, maka akan dikurangi $500 lebih dulu ($500 adalah nilai max barang yg tidak kena pajak) x 27,5% = $ 275 inilah besaran pajaknya, atau sekitar 4 jutaan rupiah. Lumayan telak ya! Ya gak apa2lah itung2 ikut patungan bangun infrastruktur.

Another Lost Stories :  Penerapan Konsep Good Corporate Governance (GCG) dalam Budaya Indonesia

Bagi yg punya NPWP akan lsg dimasukkan dlm setoran pajak atas NPWP anda. Petugas akan berikan tanda terima setoran pajak yg berisi detail pajak yg dikenakan. Setelah proses selesai, kita bisa bawa sepeda itu pulang dg tenang. Gampang kok proses nya dan petugas nya cukup kooperatif menjelaskan.

Kesimpulan : murahan mana beli disana plus pajak dll dibanding beli disini? Murahan disana, Apalagi klo tdk menghitung biaya tiket pesawat. Mungkin krn disini blm ada distributor resmi pemegang merk nya. Padahal pengguna Brompton itu plg banyak di Indonesia. Tapi malah Brompton Junction terdekat ada nya di Singapore, dan orang Indonesia berbondong2 beli disana, suka sedih klo begini saya.

Prosedur yg sama akan berlaku utk sepeda atau jenis barang lain dg nilai diatas $500. Barangkali ada petugas bea cukai disini dan kalo prosedur nya msh ada yg salah, mohon masukan.

Demikian, Semoga bermanfaat.

*Sumber : Suko Z Rochidi | Facebook

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..