6.10.17 : Surat Untuk Yenti

Aku menulis ini ketika engkau sedang tertidur lelap berbunga berjuta mimpi indah, di saat langkah kaki-kaki waktu berderap pasti beranjak di hari kelahiranmu.

Dengan perjalanan yang sedang aku lakukan sekarang, aku menghabiskan banyak waktu dan siapa yang akan tahu? Aku takut aku tidak akan kembali padamu. Mungkin esok aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Mungkin esok aku tidak bisa memberitahu padamu betapa aku mengagumimu, dengan segala yang kau lakukan untuk membuatku bahagia. Mungkin esok aku tidak lagi mengandalkanmu, ketika kamu menanti hingga dinihari menjelang, sehingga aku selalu merasakan ada cinta menyambutku pulang. Ketika kamu membuatku tertawa dalam kebahagiaan yang terasa tiada akhirnya, ketika kamu mencoba terus berbicara meski aku tidak, ketika kamu mengingatkan pada salah satu kejadian yang telah lalu. Untuk semua itu dan hal lainnya. Mungkin esok aku tak dapat lagi melihatmu. Jika benar, maka ku haturkan sepenuh jiwa terima kasih untuk semua pengorbanan dan bakti mu kepada suami mu ini. Dan jika esok aku tidak bisa memberitahumu lagi untuk yang terakhir, Aku mencintaimu. Aku milikmu selamanya.

Untuk seorang wanita yang aku cintai sepenuh jiwa, yang padamu telah aku lisankan janji suci di saat aku menikahimu dulu di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, untuk menjagamu, menghargaimu, membahagiakanmu, mencintaimu, SELALU! Dalam senang dan susahku, dalam sehat dan sakitku.

aku mencintaimu. aku milikmu selamanya.

Istriku, sang tulang rusuk yang telah menyatu denganku,

aku tahu, kau sangat sibuk di hari-harimu. Mengurus aku, si bayi dewasamu yang terkadang bersikap menyebalkan, mengurus lima buah hati kita yang lucu dan menggemaskan serta menjaga rumah tempat kita berteduh agar selalu rindang oleh daun-daun kasih sayang.

Maafkan aku bila belum sepenuhnya mampu membahagiakan dan mengabulkan semua pintamu. Maafkan aku bila belum sepenuhnya  ada di sisimu setiap saat engkau butuh. Maafkan aku yang terkadang kerap membuatmu kebingungan karena diamku. Maafkan aku yang sering menjadi egois, hanya ingin dilayani tanpa pernah tahu seperti apa melayani itu. Maafkan aku yang terkadang membuatmu menangis diam-diam karena  meninggalkanmu untuk secuil kesenanganku.

kau, sang tulang rusuk yang telah menyatu denganku

Maafkan aku .. Maafkan aku .. Maafkan aku ..

di hari-harimu yang lelah, izinkan aku, suamimu mencurahkan perasaan terdalamku kepadamu, agar tak kulihat lagi kebingunganmu, agar tak kudengar lagi sedu sedanmu,

aku ingin selamanya engkau ada di sisiku, tak tergerus kebosanan apalagi kebimbangan melalui  perjalanan panjang hidup bersamaku.

Istriku, bidadari paling indah di mataku,

simpanlah kenangan perjalanan kita sebanyak yang bisa engkau simpan sayang, untuk kita menua dan untuk anak-anak buah cinta kita.

kau, bidadari paling indah di mataku

Istriku, sekuntum bunga yang selalu merekah di kepalaku,

maukah engkau selalu memasakkan makanan buatku setiap hari?

karena aku tahu, di dalam makanan itu, dipenuhi oleh bumbu peluh cinta dan pengorbanan yang tulus dari istriku dan ibu dari anak-anakku tercinta.

kau, sekuntum bunga yang selalu merekah di kepalaku

Istriku, yang engkaulah segalanya bagiku,

bila aku kembali ke rumah di hari-hari lelahku, sambutlah aku selalu dengan senyum manis, tubuh harum dan pakaian terbaikmu karena aku sedih melihatmu jika parasmu bermuka muram, dan berbau peluh. Terus terang aku merasa telah gagal menjadi laki-lakimu.

Jadilah engkau istriku yang memancarkan sinar surgawi para dewi bagi hari-hariku serta anak-anak kita.

Istriku, ibu dari anak-anak terkasihku,

jadilah istri dan ibu yang baik bagiku dan anak-anak kita, pada matamu yang berpijar aku mampu menatap hari depan yang berat aku lalui. Aku percaya engkau adalah pilihan terbaik yang datang dari Tuhan untukku,

terima kasih untuk semua pengertian dan pengorbananmu,

engkau wanita terhebat dan selalu akan hebat dalam hatiku, jadilah bidadariku di dunia dan di akhirat kelak. Selamanya berdua ..

Selamat Pagi, Selamat Ulang Tahun .. Semoga semakin bijaksana dan selalu berkah dalam limpahan ridho dan rizki-Nya, aamiin ..

 

Another Lost Stories :  Surat Atas Insiden Bendera Merah Putih Terbalik Oleh Malaysia

Jakarta, 6 Oktober 2017, 03:39 am

 

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..

Banner IDwebhost