Seri Smart Hospital (6) : Rekomendasi Terhadap Stakeholders Terkait Untuk Menjawab Tantangan Era Kesehatan 4.0

Executive Overview

Sektor kesehatan tidak dapat terlepas dari pengaruh kemajuan teknologi digital. Industri kesehatan perlu mempersiapkan diri dalam menuju era disrupsi kesehatan 4.0. Berbagai tantangan dan permasalahan khususnya dari segi big data, keamanan data, regulasi, dan sumber daya manusia tidak boleh menjadi penghambat dalam mewujudkan sistem transformasi digital yang berkualitas. Kebutuhan rumah sakit yang berhasil diidentifikasi beserta rekomendasi yang ditujukan kepada berbagai pihak atau stakeholders terkait, diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk membenahi berbagai tantangan yang ada sehingga pada akhirnya semua rumah sakit dapat siap sedia untuk berpartisipasi dalam memberikan layanan kesehatan paripurna di era disrupsi 4.0 ini.


Berikut ini disimpulkan beberapa rumusan rekomendasi yang ditujukan kepada pihak atau stakeholders terkait, yakni:

No. Pihak/Stakeholder Tertuju Rekomendasi Catatan
1. Kementerian Kesehatan, Kemkominfo, Kemendagri dan Kementerian terkait lainnya

Harmonisasi regulasi mengenai:

  1. Sistem komputasi awan/cloud
  2. Jumlah IT programmer minimal di suatu RS untuk menjadi acuan SOP pelayanan RS
  3. Kerahasiaan dan proteksi big data serta rekam medis elektronik termasuk PHR (patient health record)
  4. Perlindungan konsumen terhadap pelayanan kesehatan berbasis online dan regulasi yang mengatur mengenai health-tech company
  5. UU Hukum Pelindungan Data Pribadi
Peraturan diharapkan dibuat dengan sejelas-jelasnya, konsisten, dan harmonis dengan peraturan antar kementerian lainnya serta relatif stabil dan tidak banyak mengalami perubahan
2. Kementerian Kesehatan
  1. Aplikasi digital atau sistem komputasi awan / cloud yang gratis dan tidak berbayar
  2. Dukungan dalam hal finansial
 
3. Manajemen Rumah Sakit
  1. Pemberdayaan SDM di RS terkait : peningkatan manajemen pengetahuan dan keterampilan akan pentingnya SIMRS dan hal-hal yang berhubungan dengan sistem transformasi digital, terutama kepada:
    • IT programmer
    • Dokter pelayanan medis
  2. Kewajiban dan monitoring semua RS untuk segera menerapkan SIMRS dari Kemenkes sehingga semua RS bisa memiliki sumber data yang sama
  3. Keterbukaan RS untuk melakukan data sharing dengan pemerintah dan pihak terkait lainnya guna tercapainya integrasi data yang komprehensif. Pada akhirnya, data dapat dianalisis untuk melakukan evaluasi bisnis serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
Pemberdayaan SDM ini juga terkait dengan penerapan kultur dan budaya kerja di organisasi yang mau bersifat terbuka dan adaptasi terhadap perubahan
4. Manajemen Rumah Sakit Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengolahan dan analisa data untuk mendapatkan insight mengenai kelemahan dan kekuatan organisasi sehingga pada akhirnya akan digunakan oleh para decision maker untuk mengembangkan bisnis yang ada Perlunya edukasi mengenai peranan big data dan manfaat sistem cloud atau komputasi awan sebagai bagian dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan

Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam persiapan menuju era disrupsi kesehatan 4.0, masih banyak rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menghadapi berbagai tantangan. Tantangan yang paling utama dirasakan dari segi ketidakjelasan peraturan perundangan dan kurangnya harmonisasi regulasi antar kementerian terkait. Selain itu, dari faktor internal, kurangnya sikap terbuka, motivasi, dan manajemen pengetahuan yang baik dari pihak manajemen rumah sakit, dokter pelayanan medis, dan tim IT dalam organisasi juga perlu dibenahi. Rumah sakit perlu dimotivasi untuk segera menerapkan SIMRS dalam pengelolaannya agar terwujud integrasi data yang optimal dalam skala nasional. Masalah pemanfaatan big data, keamanan dan proteksi data, privasi data, dan pemanfaatan sistem komputasi awan atau cloud juga menjadi salah satu isu yang cukup menantang untuk dipahami dan diterapkan di dalam bisnis.

Another Lost Stories :  Seri Content Marketing Tools : CONTENT OPTIMIZATION TOOLS 2017

Rekomendasi ditujukan kepada pihak pemerintah terutama yang berwenang mengeluarkan regulasi dan dukungan dari sisi finansial, serta manajemen rumah sakit untuk meningkatkan komitmen penerapan SIMRS, manajamen pengetahuan analisis big data dan sistem cloud, serta pemberdayan sumber daya manusia di dalam organisasi. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal terwujudnya sistem kesehatan berbasis digital yang mampu memberikan layanan kesehatan berkualitas untuk masyarakat Indonesia.


Seri Smart Hospital :

  1. Kesiapan Rumah Sakit Menghadapi Era Digitalisasi Menuju Smart Hospital 4.0
  2. Tren dan Manfaat Sistem Transformasi Digital menuju Era Kesehatan 4.0
  3. Keuntungan Analisis Big Data, Pelaporan, Data Mining dan Manajemen Pengetahuan Pada Sektor Kesehatan, Khususnya Rumah Sakit
  4. Tantangan Rumah Sakit Di Era Kesehatan 4.0 Dalam Mewujudkan Sistem Transformasi Digital
  5. Kebutuhan Rumah Sakit dalam Menjawab Tantangan Dan Permasalahan Era Kesehatan 4.0, Terutama Dari Aspek Data
  6. Rekomendasi Terhadap Stakeholders Terkait Untuk Menjawab Tantangan Era Kesehatan 4.0

Referensi

  1. Newman, 2019, “Top 6 Digital Transformation Trends In Healthcare For 2019”, di https://www.forbes.com/sites/danielnewman/2019/01/03/top-6-digital-transformation-trends-in-healthcare-for-2019/#7c7c0af36911
  2. Chilukuri and Kuiken, 2017, “Four keys to successful digital transformations in healthcare”, di https://www.mckinsey.com/business-functions/mckinsey-digital/our-insights/four-keys-to-successful-digital-transformations-in-healthcare
  3. Adella, April 2019, “Digitalisasi Pelayanan Kesehatan dengan Penerapan Revolusi Industri 4.0” di https://aptika.kominfo.go.id/2019/04/digitalisasi-pelayanan-kesehatan-dengan-penerapan-revolusi-industri-4-0/
  4. Kleyman, 2017, “Utilizing People, Process, and Technology in Health Data Security”, di https://healthitsecurity.com/news/utilizing-people-process-and-technology-in-health-data-security
  5. “Lima Tantangan Transformasi Digital Pelayanan Kesehatan di Indonesia”, 26 Maret 2019 di https://medigo.id/jurnal/lima-tantangan-transformasi-digital-pelayanan-kesehatan-di-indonesia
  6. Gareth L. Jones, Zinaida Peter, Kristin-Anne Rutter, and Adam Somauroo, Juni 2019. Di https://www.mckinsey.com/industries/healthcare-systems-and-services/our-insights/promoting-an-overdue-digital-transformation-in-healthcare
  7. Gupta, 27 April 2019. “Customer Experience Digital transformation in health care: 5 areas of immediate growth” di https://www.visioncritical.com/blog/digital-transformation-health-care
  8. Reddy, 12 Agustus 2019. “Digital Transformation in Healthcare in 2019: 7 Key Trends” di https://www.digitalauthority.me/resources/state-of-digital-transformation-healthcare/
  9. Watson, 2019, “Predictive analytics in health care”, di https://www2.deloitte.com/us/en/insights/topics/analytics/predictive-analytics-health-care-value-risks.html
  10. Aboudi and Benhlima, 2018, “Big Data Management for Healthcare Systems: Architecture, Requirements, and Implementation”, di https://www.hindawi.com/journals/abi/2018/4059018/
  11. Djafar, 2019, “Hukum Perlindungan Data Pribadi di Indonesia: Lanskap, Urgensi dan Kebutuhan Pembaruan”, di http://law.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/1043/2019/08/Hukum-Perlindungan-Data-Pribadi-di-Indonesia-Wahyudi-Djafar.pdf 
  12. Lee, 2017, “Knowledge Management Enablers and Process in Hospital Organizations”, di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5402843/
  13. Michelson, 2019, “Key Considerations for Securing Your Digital Healthcare Cloud”, di https://www.idigitalhealth.com/news/key-considerations-securing-digital-healthcare-cloud
  14. Comstock, 2018, “Why healthcare data may be more secure with cloud computing”, di https://www.mobihealthnews.com/content/why-healthcare-data-may-be-more-secure-cloud-computing

*Disarikan dari berbagai sumber

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..

Banner IDwebhost