[Seperti] Zoom [dan] Buatan Anak Negeri

Seperti yang telah dirilis oleh lokadata.id dalam salah satu artikelnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam rapat terbatas ke-V di Kantor Presiden Jakarta pada Senin, 20 April 2020 pagi melaporkan kepada Presiden Jokowi bahwa aplikasi conference call yang digunakan adalah aplikasi “buatan anak negeri”, yaitu Cloud X Telkomsel.

Bisa jadi Pramono Anung bersemangat memperkenalkan Cloud X Telkomsel untuk menggantikan aplikasi Zoom karena Zoom yang tengah naik daun itu saat sedang digunakan dalam rapat Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) pada tanggal 16 April 2020 disusupi video porno.

Usai ratas yang sukses diikuti 48 orang, Selasa 21 April 2020 Telkomsel menggelar press conference bagi media. Menggantang Cloud X buatannya, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengklaim teknologi milik perusahaannya tersebut lebih aman.

Setelah itu pada 23 April 2020 beredar dokumen telaah pemanfaatan Zoom yang disusun staf Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang kemudian sehari kemudian beredar dokumen Surat Edaran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) No. 08/2020 tentang larangan penggunaan Zoom di lingkungan BNPT.

Klaim “buatan anak negeri” ini menarik dan heroik, sehingga lazim menjadi modal jualan. Contohnya skandal mobil nasional (mobnas) pada era Orde Baru yang ternyata buatan Korea Selatan.

Bagi penyuka teknologi IT, tentu masih ingat heboh mesin pencari (search engine) Geevv yang sempat direkomendasikan Front Pembela Islam (FPI) sebagai buatan anak negeri. Nyatanya, terusan belaka dari Bing (Microsoft) lewat Application Programming Interface (API).

Another Lost Stories :  #InfoJakarta : Jakarta Digital Libraries

Lalu bagaimana dengan Cloud X? Benarkah ia buatan anak negeri? Lokadata.id dalam artikelnya menyebutkan bahwa mereka menemukan bukti bahwa klaim tersebut meragukan. Cloud X yang disebut Sekretaris Kabinet dan diklaim Direktur Utama Telkomsel sebagai buatan anak negeri, menyisakan sejumlah keraguan.

Teknologi yang digadang sebagai pengganti Zoom lantaran disebut tidak aman itu, rupanya memiliki “kedekatan” asal-usul dengan Zoom. Berdasarkan penelusuran, teknologi yang digunakan datang dari sumber yang sama.

Aplikasi Cloud X untuk Android yang bisa diunduh di Google Play Store tampaknya nama belaka. Sementara pada package name tercantum com.metaswitch yang merupakan pembuat program aplikasi tersebut.

Kisah ini seperti mengulang sejarah layanan teknologi “UmeetMe” rilisan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk pada 2013. UmeetMe saat itu dipakai untuk mendukung program pembelajaran jarak jauh (PJJ) besutan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom).

Serupa modus Geevv, UmeetMe milik Telkom itu hanya mengganti tampilan depan atau homepage dari Jitsi Meet. Sementara antarmuka video conference di dalamnya tetap seperti Jitsi Meet asli yang dikembangkan Emil Ivov dan berlisensi Apache License.

Cloud X rupanya agak lebih serius dibandingkan dengan UmeetMe. Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise sejak akhir 2019, seperti diberitakan Tempo, menggandeng Metaswitch Networks asal Inggris dan PT Lintas Teknologi Indonesia (LT Indonesia) untuk layanan Virtual Private Automatic Branch Exchange (PABX). Layanan itu dijual dengan merek Cloud X.

Dari sisi strategi branding, Telkomsel agak menggelikan karena pesaing mereka PT XL Axiata sudah sejak 2013 meluncurkan layanan komputasi awan dengan nama XCloud yang infrastrukturnya — termasuk pusat data — ditangani oleh Huawei, Fujitsu, IBM, Intratech, Mandawani, dan Microsoft

Another Lost Stories :  Personal Branding, Bukan Sekedar Populer

Dilihat dari situs resminya, Metaswitch Networks adalah penyedia perangkat lunak dan infrastruktur telekomunikasi yang dipimpin Martin Lund. Mereka pun memakai teknologi video conference milik Zoom dalam layanan Unified Communication (UC) mereka, bertajuk Accession Meeting.

UC merupakan salah satu terobosan dalam dunia komunikasi yang menggabungkan layanan telepon dengan komputer. Dengan kata lain, UC menghadirkan telepon berbasis Internet Protocol (IP). Ada fitur Zoom dalam paket teknologi Metaswitch Network itu.

Bukti keterkaitan Accession atau Cloud X dengan Zoom bisa ditemukan pada jeroan package keduanya, yang menggunakan kode com.zipow yang tak lain merupakan poperti Zoom.

Metaswitch mengembangkan layanan Accession untuk mengintegrasikan konferensi video dan kolaborasi daring multi-gawai. Salah satu penggunanya adalah operator telekomunikasi dan penyedia jejaring TV Amerika Serikat, Northland. Northland lalu me-rebrand Accession jadi MaX UC.

Northland membedakan dirinya dari Zoom. Pangkalan data yang dipakai dinyatakan tidak berhubungan, demikian pula kontrol hingga penyimpanan datanya. Metaswitch pun mengklaim Accession meminimalisasi penyimpanan data personal seperti nama lengkap, Nomor KTP, atau rekening bank.

Adapun kerja sama dengan Telkomsel baru diumumkan Metaswitch pada awal tahun ini. Situs GlobeNewswire memuat rilis resmi dari Metaswitch Networks tertanggal 14 Januari 2020. Rilis itu menyatakan bahwa Telkomsel, operator nirkabel terbesar di Indonesia, telah memilih teknologi mereka.

Another Lost Stories :  Surat Cinta Di Malam Idul Fitri

Dijelaskan pula penggunaan solusi teknologi Private Branch Exchange (PBX) yang didasarkan pada teknologi Metaswitch berbasis awan milik mereka. Dikutip dalam rilis itu, Senior Vice Presiden Enterprise Telkomsel, Dharma Simorangkir, menyatakan Telkomsel memilih Metaswitch.

Untuk itu Telkomsel menggunakan solusi full-stack dari Metaswitch, termasuk Clearwater Core IMS (IP Multimedia Subsystem), Perimeta SBC (Session Border Controller) dan MTAS (Mobile Telephony Application Server).

Dengan demikian, teknologi pada Cloud X pada dasarnya buatan Metaswitch, yang punya kantor cabang di Jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Telkomsel tak ubahnya seperti Northland yang menggunakan layanan Metaswitch.

Selasa (28/4/2020) Telkomsel merilis tentang Cloud X yang ditandatangani Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel. Di dalamnya menjelaskan kolaborasi mereka dengan Metaswitch.

Terkait nama PT. Lintas Teknologi Indonesia yang disebut-sebut dalam rilis Metaswitch, cerita tentang Cloud X muncul pula dalam situs resmi perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan teknologi informasi itu tiga bulan lalu. Dalam ulasan pendek berbahasa Inggris, PT LT Indonesia mengumumkan keberhasilan mereka dan Metaswitch Networks dipilih oleh Telkomsel untuk Proyek Layanan Cloud X.

Sulit mengamini klaim “buatan anak negeri” oleh Pramono Anung. Alih-alih, produk kemas-ulang ini jeroan-nya masih berkelindan dengan Zoom — yang dicap tidak aman itu.

Semoga bermanfaat ..

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..