Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik Di Indonesia

Download : Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik Di Indonesia

Salah satu unsur penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berhasil guna adalah tersedianya asuhan klinis dan asuhan medis oleh dokter dan dokter gigi yang dalam sistem tersebut untuk melindungi masyarakat dengan memberikan asuhan medis yang aman. Makna diterbitkannya Undang- Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran adalah untuk mengatur praktik dokter dan dokter gigi agar kualitasnya terpelihara. Pengendalian kualitas dilakukan sejak dari pendidikan, memberi kewenangan dokter dan dokter gigi untuk berpraktik dengan prasyarat terregistrasi dan melakukan pembinaan lebih lanjut setelah berpraktik. 

Undang-Undang Praktik Kedokteran merupakan terobosan dalam memperbaiki mutu pelayanan praktik kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia. Undang-Undang ini memberikan pemahaman kepada setiap dokter dan dokter gigi, bahwa dalam menyelenggarakan praktik kedokteran diperlukan adanya acuan tertentu yang harus dipenuhi sehingga masyarakat akan mendapatkan pelayanan medik secara profesional dan aman. 

Untuk mencapai kondisi, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menjalin kerjasama secara harmonis dan sinergis dengan pihak-pihak lain yang juga turut mendapat amanah yaitu Organisasi Profesi, Kolegium Kedokteran, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran, Rumah Sakit Pendidikan, Departemen Kesehatan, dan Departemen Pendidikan Nasional. Secara luas, pengaturan praktik kedokteran bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada pasien; mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan oleh dokter dan dokter gigi; dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dokter dan dokter gigi. 

Pada dekade terakhir tidak sedikit permasalahan praktik kedokteran yang muncul di masyarakat. Pada hakikatnya praktik kedokteran bukan hanya interaksi antara dokter atau dokter gigi terhadap pasiennya, akan tetapi lebih luas mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai standar profesi seorang dokter dan dokter gigi pada saat memberikan pelayanan. 

Oleh karena itu, untuk mencapai standar profesionalisme tersebut berbagai kondisi harus dapat diantisipasi oleh KKI. Beberapa kondisi yang mencolok berupa makin meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik serta berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap praktik dokter dan dokter gigi. Hal tersebut ditandai dengan semakin maraknya tuntutan hukum oleh masyarakat, yang sering kali diidentikkan dengan kegagalan upaya penyembuhan dan ketidakmampuan dokter dan dokter gigi. Sebaliknya, apabila tindakan medik yang dilakukan oleh dokter dan dokter gigi berhasil, maka dianggap sebagai hal biasa. Dokter dan dokter gigi dengan perangkat ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) berupaya menyembuhkan pasien, akan tetapi penerapan iptek yang dimilikinya tidak menjamin penyembuhan pasien. Berbagai faktor yang turut menentukan keberhasilan perawatan antara lain, kondisi pasien, sistem pelayanan kesehatan, sistem pembiayaan serta profesionalisme dokter dan dokter gigi. Dengan demikian, program prioritas KKI adalah menangani permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan medik serta pemberian kepastian hukum bagi masyarakat, dokter dan dokter gigi. 

Masalah niscaya tidak akan timbul apabila dokter dan dokter gigi memiliki etik dan moral yang tinggi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran yang merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Selain itu, kemampuan dokter dan dokter gigi terus menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, sertifikasi, lisensi serta pembinaan, pengawasan, dan pemantauan agar penyelenggaraan praktik kedokteran sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Upaya KKI dalam peningkatan mutu asuhan medis antara lain dengan mengesahkan standar pendidikan dokter dan standar kompetensi dokter. Setelah dokter terjun di masyarakat maka perlu pembinaan lebih lanjut agar kinerja dokter selalu positif. Sehubungan dengan hal itu, Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran dan Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran Gigi menerbitkan Buku Penyelengaraan Praktik Kedokteran yang Baik di Indonesia sebagai salah satu acuan bagi dokter dan dokter gigi dalam menjalankan profesinya. Acuan lain seperti Peraturan KKI, Keputusan KKl, keputusan atau peraturan lain yang terkait juga harus dipahami. Dengan demikian harapan masyarakat mendapatkan perlindungan dalam pelayanan praktik kedokteran/kedokteran gigi dapat tercapai.

Another Lost Stories :  Dokter Suhermi: "Hidup Sehat, Anak Pun Cerdas"

Silahkan unduh Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik Di Indonesia (Dilengkapi Peraturan Teknis Terkait) yang dilansir oleh Konsil Kedokteran Indonesia di bawah ini,

 

 



Please Leave Your Appreciation