Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer

Download : Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer

Bagi tenaga kesehatan dokter, Ikatan Dokter Indonesia yang mendapat amanah untuk menyusun standar profesi bagi seluruh anggotanya, dimulai dari standar etik (Kode Etik Kedokteran Indonesia – KODEKI), standar kompetensi yang merupakan standar minimal yang harus dikuasasi oleh setiap dokter ketika selesai menempuh pendidikan kedokteran, kemudian disusul oleh standar pelayanan kedokteran yang harus dikuasai ketika berada di lokasi pelayanannya. 

Pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia tahun 2012, dari 736 daftar penyakit terdapat 144 penyakit yang harus dikuasai penuh oleh para lulusan karena diharapkan dokter layanan primer dapat mendiagnosis dan melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas. Selain itu terdapat 275 ketrampilan klinik yang juga harus dikuasai oleh lulusan program studi dokter. Selain 144 dari 726 penyakit, juga terdapat 261 penyakit yang harus dikuasai lulusan untuk dapat mendiagnosisnya sebelum kemudian merujuknya, apakah merujuk dalam keadaaan gawat darurat maupun bukan gawat darurat. 

Pedoman yang berisi standar pelayanan kedokteran bagi dokter pelayanan primer sangat dibutuhkan guna mempertajam kemampuan sebagai gatekeeper pelayanan kedokteran dengan menapis penyakit dalam tahap dini untuk dapat melakukan penatalaksanaan secara cepat dan tepat sebagaimana mestinya layanan primer. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan pelayanan kedokteran yang sadar mutu sadar biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat. 

Pedoman penatalaksanaan terhadap penyakit yang dijumpai di layanan primer dimana jenis penyakit mengacu pada Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No. 11 Tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Penyakit dalam Pedoman ini adalah penyakit dengan tingkat kemampuan dokter 4A, 3B, dan 3A terpilih, dimana dokter diharapkan mampu mendiagnosis, memberikan penatalaksanaan dan rujukan yang sesuai . Pemilihan penyakit pada panduan praktik klinik ini berdasarkan kriteria prevalensinya cukup tinggi, risiko tinggi, dan Penyakit yang membutuhkan pembiayaan tinggi. 

Dengan jumlah dokter umum yang tercatat melakukan Sertifikasi sebanyak 45.530 dan Re-sertifikasi sebanyak 38.299 sehingga yang tercatat memberikan pelayanan di masyarakat sebanyak 83.829 (Data PUSDALIN PB IDI, Juli 2013). Hal ini memberikan data awal berapa banyak dokter yang memberikan pelayanan di tingkat layanan primer. 

Dalam penyusunan standar pelayanan dokter layanan primer melibatkan dua perhimpunan dokter pelayanan primer (PDPP) yaitu Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI). Namun dalam proses review tim penyusun melibatkan perhimpunan dokter spesialis yang terkait dengan daftar penyakit. 

Dalam penerapan panduan praktik klinik ini, diharapkan peran serta aktif seluruh pemangku kebijakan kesehatan untuk membina dan mengawasi penerapan standar pelayanan yang baik guna mewujudkan mutu pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Pemangku kebijakan yang terdiri dari Kementeriaan Kesehatan RI sebagai regulator hingga organisasi profesi dokter dan tenaga kesehatan lainnya, memiliki peran dan tanggung jawab untuk mewujudkan pelayanan bermutu dan terpadu bagi masyarakat.

Another Lost Stories :  Pengaruh Hubungan Politik Terhadap Kesehatan

Silahkan unduh Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Ikatan Dokter Indonesia di bawah ini,

 

 



Please Leave Your Appreciation