Nasionalis dan Agama

Ada satu hal yang mengganggu saya pada saat ini, yaitu sikap para oknum bangsa yang membenturkan antara agama dan nasionalis. Ada pemahaman bahwa seseorang yang membela agamanya diberi stigma sebagai tidak nasionalis. Di sisi sebaliknya pembuktian nasionalis seseorang adalah dengan tidak membela agamanya.

Pemahaman saya, nasionalis dan kewajiban seseorang terhadap agamanya seharusnya bukanlah seperti dua sisi mata uang yang saling bertolak belakang. Bagi kaum muslim membela agamanya dan juga tanah airnya adalah kewajibannya. Seorang muslim yang baik akan membela tanah airnya dengan sepenuh hati, segenap jiwa raga, seperti yang telah dilakukan para pendahulu kita.

Kita semua satu. Satu INDONESIA.

Men-daku dan menepuk dada, “INI INDONESIA“.

Men-daku sepihak “GARUDA” dan “MERAH PUTIH“.

Saya dan juga pribadi masing-masing kita hanyalah satu dari 257.912.349 jiwa rakyat Indonesia yang terus bertumbuh, yang merupakan nasionalis yang agamis dan juga merupakan agamis yang nasionalis sebagai bagian yang tidak akan pernah terpisahkan.

Semoga Indonesia kita semakin dewasa, semakin berkibar dan jaya selalu.

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..

Banner IDwebhost