Modernisasi dan Digitalisasi Sistem Rumah Sakit

Seperti yang kita ketahui bahwa Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan menghubungkan seluruh jalur dan data pelayanan rumah sakit. SIMRS ini dalam bentuk jaringan yang terkoordinasi dan terhubung sehingga dapat memperoleh data dengan cepat dan akurat. Penyelenggaraan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) bertujuan untuk menyediakan informasi rumah sakit secara nasional.

Sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1171 Tahun 2011 tentang Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) yang akan menjadi acuan dalam perumusan petunjuk teknis mengenai sistem informasi pelaporan rumah sakit seluruh Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia ini dikeluarkan dan tetapkan pada tanggal 15 Juni 2011 dan telah diundangkan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 2011. Berikut merupakan isi dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1171 Tahun 2011,

“Setiap Rumah Sakit wajib melaksanakan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dalam proses pengumpulan, pengolahan dan penyajian data rumah sakit”.

 

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009, tentang Rumah Sakit yaitu pasal 52 Ayat 1 yang berbunyi,

“Setiap rumah sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan semua kegiatan penyelenggaraan rumah sakit dalam bentuk SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT“.

 

Another Lost Stories :  6 Dangerous Myth About Coronavirus

Adapun keberadaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 yang berbunyi,

“Setiap Rumah Sakit wajib menyelenggarakan SIMRS. Penyelenggaraan SIMRS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan aplikasi dengan kode sumber terbuka (open Source) yang disediakan oleh Kementrian Kesehatan atau menggunakan aplikasi yang dibuat oleh Rumah Sakit”.

 

Peraturan tentang kewajiban penyediaan Sistem Informasi Managemen Rumah Sakit (SIMRS) ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data, efisiensi waktu dan tenaga, efektivitas kerja, profesionalisme tenaga medis, kinerja managemen, serta akses dan pelayanan daripada rumah sakit tersebut.

Dengan berlandaskan pada beberapa peraturan yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, sudah seharusnya rumah sakit yang ada di Indonesia mengaplikasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan tujuan untuk mencapai suatu sistem manajemen rumah sakit yang baik, benar dan dapat di pertanggungjawabkan kepada seluruh tenaga medis, pasien maupun negara.

 

Sentuhan Teknologi Dalam Sistem Manajemen Rumah Sakit

Pada masa super modern seperti sekarang ini, ternyata masih banyak orang yang merasa bahwa ke Rumah Sakit itu tidak mudah dan menyebalkan. Hal ini tidak seharusnya terjadi, Rumah Sakit harus memberi pelayanan dengan sistem manajemen yang terbaik dan memudahkan pasien. Rumah Sakit juga harus memiliki standar pelayanan berupa akreditasi. Tujuan dari akreditasi Rumah Sakit tersebut adalah :

  • Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit.
  • Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat dan SDM rumah sakit.
  • Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan SDM di Rumah Sakit.
  • Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.
Another Lost Stories :  Ternyata Usia Harapan Hidup Orang Indonesia Naik, Beban Penyakit Tidak Menular Meningkat

 

Sistem Manajemen Rumah Sakit Modern

Era digital sekarang ini membuat banyak sekali perubahan terhadap sistem informasi. Banyak hal berubah dari manual ke digitalisasi. Sistem manajemen Rumah Sakit juga ikut terbawa arus perubahan ini. Saat ini untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan, sistem manajemen Rumah Sakit bisa menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit atau SIMRS. SIMRS ini mengintegrasikan dan memproses seluruh jalur pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk coordination network. Tidak hanya itu, prosedur admininstrasi untuk memperoleh informasi dengan tepat dan akurat merupakan bagian dari sistem tersebut. Hal ini juga sudah memiliki payung hukum, yaitu Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang menyatakan bahwa Rumah Sakit harus memiliki SIMRS yang terintergrasi.

Dengan adanya perubahan sistem informasi manajemen tersebut, diharapkan tidak ada lagi kendala yang sering terjadi dalam Rumah Sakit, seperti :

  • Pelayanan yang rumit dan tidak terintegrasi.
  • Jadwal dokter yang tidak teratur.
  • Pelaporan ke Dinas Kesehatan yang membutuhkan waktu lama.
  • Keuangan Rumah Sakit yang berantakan.
  • Obat yang kadaluarsa dan hilang.

Dari beberapa kendala di atas tersebut sebenarnya masih banyak lagi. Dengan adanya sistem manajemen Rumah Sakit yang modern dan professional akan membuat pelayanan di Rumah Sakit menjadi jauh lebih baik, cepat dan efisien. Hal ini bukan saja menguntungkan buat pasien yang berobat, tetapi juga untuk Rumah Sakit itu sendiri.

Another Lost Stories :  Desain Arsitektur dan Interior Rumah Sakit

Semoga bermanfaat …

*disarikan dari berbagai sumber

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..