Langkah Aman Melakukan Video Conference Publik Di Zoom

Fenomena orang tak diundang yang masuk dalam meeting virtual di aplikasi Zoom atau yang biasa disebut “zoombombing”, kini banyak dialami masyarakat Indonesia. Zoombombing juga dirasakan peserta rapat virtual yang digelar Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) pada Kamis lalu, 16 April, yang membicarakan sinergi bidang teknologi untuk melawan COVID-19.

Biasanya, zoombomber menyusup untuk menampilkan gambar tidak senonoh atau menyebarkan kalimat ujaran kebencian. Tujuannya mengacaukan video conference.

Dan berikut langkah-langkah agar aman melakukan Video Conference Publik di Zoom,

Atur Partisipan

Partisipan adalah pihak awal yang harus diperhatikan ketika membuka video conference publik. Lakukan empat langkah berikut ini,

  1. Bungkam partisipan ketika masuk dalam rapat
  2. Jangan izinkan partisipan mengaktifkan suara sendiri
  3. Jangan izinkan partisipan mengubah nama
  4. Bunyikan suara ketika partisipan masuk/keluar
  5. Partisipan di-set tidak bisa mengirim chat kepada siapapun, demi menjaga keamanan saat sesi publik berlangsung.

Atur Share Screen

Demi keamanan, hanya host yang dapat memakai fitur berbagi layar atau Share Screen. Jika ingin memberi kesempatan kepada partisipan untuk berbagi layar, sebaiknya hanya izinkan satu partisipan berbagi layar pada satu waktu.

Aktifkan fitur Waiting Room

Sebelum mulai virtual meeting di Zoom, kita bisa aktifkan fitur Waiting Room. Fitur ini mengizinkan host atau penyelenggara meeting untuk mengecek terlebih dahulu siapa saja peserta yang ingin bergabung sebelum memberikan mereka izin masuk ke dalam “ruang meeting”.

Another Lost Stories :  Seri Smart Hospital (4) : Tantangan Rumah Sakit Di Era Kesehatan 4.0 Dalam Mewujudkan Sistem Transformasi Digital

Matikan Anotasi (Annotation) Partisipan

Matikan izin untuk menulis anotasi oleh partisipan. Ini mencegah orang lain menuliskan sebuah catatan di seluruh layar.

Peserta yang Mau Bertanya Harus Raise Hand

Jika ada sesi tanya jawab, host bisa meminta partisipan yang mau tanya untuk angkat tangan (Raise Hand), dan host bisa menyalakan microphone partisipan itu.

Saya mengakui bahwa sampai saat ini, Zoom adalah platform video conference yang memiliki fitur paling banyak untuk menunjang kegiatan virtual meeting. Maka tak heran Zoom jadi pilihan utama aplikasi panggilan video di tengah imbauan physical distancing untuk menekan penyebaran virus corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Kalau kamu adalah salah satu orang yang mengandalkan Zoom untuk kepentingan pekerjaan, namun resah karena masalah keamanannya, ada baiknya ikuti langkah-langkah tersebut di atas.

Semoga bermanfaat ..

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..