Desa Mudik Balai Tandikat, Pariaman, Sumatera Barat

Desa Mudik Balai Tandikat, Pariaman, Sumatera Barat

Jika masih ingat gempa Padang yang besarnya 7,9 Skala Richter pada akhir bulan September tahun 2009 yang pada saat yang bersamaan terjadi pula tragedi longsor dan beritanya tersebar ke seluruh dunia bahwa terlaporkan mengenai tiga Desa yang tertimbun tanah longsornya bukit Gunung Tigo, lebih dari 300 orang dinyatakan hilang, sedikitnya 250 orang harus dirawat di rumah sakit dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggalnya, maka Desa Mudik Balai Tandikat, Pariaman, Sumatera Barat inilah “pintu masuk” menuju ketiga Desa tersebut.

 

“lapau” atau warung kopi, sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari adat ranah minang, disinilah terjadi interaksi tanpa terbatas oleh sekat sosial layaknya sebuah “balai rakyat”

 

Desa Mudik Balai yang berada di kaki gunung Tandikat ini termasuk dalam nagari Tandikat ini merupakan Desa kecil namun lokasinya tepat dilintasi oleh jalan lintas Padang – Bukittinggi melalui Malalak yang juga merupakan rute dari salah satu etape kejuaraan sepeda internasional Tour de Singkarak. Dan penduduk di Desa ini mayoritas usia kanak-kanak dan orang tua, selayaknya Desa-desa di Sumatera Barat yang kental dengan tradisi merantau.

Gunung Tandikat, difoto dari halaman lapau

 

Tidak banyak yang dapat diceritakan dari Desa ini karena apa yang saya rasakan adalah kurangnya jumlah penduduk dalam kategori usia produktif dikarenakan lebih memilih pergi merantau ke kota besar lainnya, sehingga terasa waktu berjalan sangat lambat disini.

Another Lost Stories :  Download: Buku Desa 7 "Badan Usaha Milik Desa"

 


Post Series Batagak Gala Penghulu Cultural Feast Trip :

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..