30.01.19

kau bagaikan cahaya yang menerangi langkah ku
memberi aku mengerti arti dicintai

kau indahkan akumewarnai aku
menghiasi aku dengan kebaikan
mengerti arti dicintai

kau yang kutunggu dalam hitungan tahun datang
kau yang kutunggu dalam kesunyianku datang

bagaimana mungkin aku mengabaikannya?
bagaimana mungkin aku beralasan?
bagaimana mungkin aku lari dari mu?
kamu yang aku tunggu dalam bilangan waktu

aku ada diantara ketiadaankudiantara bisingnya deru langkahku
dalam doa dan lamunan ku, aku selalu ada untuk kamu

bagimu cerita tak dapat berlanjut
bagiku cerita baru dimulai ….

Jakarta, 30 Januari 2019, 12:09 AM


*Puisi ini dikutip dari catatan harian istri tercinta, Yenti Kusumadewa yang selesai ditulis 9 menit setelah hari ulang tahunku berganti hari.
**Terima kasih belahan hidupku, telah kupasrahkan serta kuberikan seluruh sayangku, cintaku jiwa ragaku di dunia fana ini sejak menikahimu hanya untukmu .. untuk anak-anakku, tiada tersisa … & hancurlah mereka yang akan mengubah anugerah Allah SWT *ge-er mode on

 

Another Lost Stories :

 


Subscribe for FREE Monthly eDigest

* indicates required

Please Leave Your Comment ..