bastamanography.id

just another lost stories from another lost journey

Kesaktian Pancasila Di Era Digital

SOCIAPOLITICA
TECHNOSCIENCE

Hari ini bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai salah satu tonggak sejarah perjalanan panjang bangsa ini yang sangat tidak mungkin terlupakan. Monumen Pancasila Sakti yang berdiri megah di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, mengingatkan kita semua akan ancaman terhadap ideologi bangsa Indonesia. Meski telah mengorbankan nyawa dari putra putri terbaik bangsa Indonesia atas nama revolusi, namun tidak menggoyahkan kesatuan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila adalah yang terbaik sejak dahulu bagi bangsa Indonesia tercinta.

Namun di saat ini jaman telah berganti, dimana saat ini era digital memasuki seluruh sel-sel kehidupan laksana gelombang tsunami dan perkembangan teknologi digital yang pesat pada dekade 2000-an ini juga diadopsi oleh teknologi di bidang informasi dan komunikasi. Hal ini dapat diyakini bahwa ternyata pada faktanya paham-paham arus radikalisasi juga telah memanfaatkan medium teknologi informasi sebagai salah satu jalan dalam menyebarkan paham-pahamnya sehingga semakin yakin bahwa arah serta bentuk pergerakan politik ideologi pun berubah mengikuti jaman.

“akankah Pancasila tetap sakti?”

Data dari lembaga pengkajian komunikasi digital “We are Social” yang dirilis pada tahun 2016 menunjukkan dari total populasi 259,1 juta orang, pengguna internet aktif 88,1 juta orang. Sementara itu, pengguna aktif media sosial di Indonesia tercatat 79 juta orang.

Banyak kalangan yang percaya salah satu pola yang efektif untuk mencegah maraknya upaya radikalisasi di kalangan warga Indonesia melalui penguatan pemahaman sekaligus menjalankan lagi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Elemen-elemen masyarakat yang tidak mendapatkan keadilan, baik dalam konteks sosial maupun ekonomi, kemudian mengekspresikan kekecewaannya melaui tindakan ekstrem dan gerakan radikal, sehingga tentunya antangan yang dihadapi Pancasila hari ini jauh berbeda dengan tantangan 10 sampai dengan 20 tahun yang lalu disaat paham komunisme menjadi bagian dalam lingkungan kehidupan politik Indonesia.

Meski paham komunisme masih dilarang hingga kini untuk dikembangkan di Indonesia, dengan situasi nasional dan internasional yang ada, ancaman radikalisasi dan terorisme juga tidak bisa dianggap sepi. Dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memahami dan menjalankan lagi nilai-nilai Pancasila menjadi penting, tentunya dengan pola yang kekinian. Tentunya bukan dengan pendekatan satu arah dan penyeragaman pola penerapan serta pemahaman Pancasila, melainkan dengan menggunakan medium-medium komunikasi digital, media sosial, dan hal-hal kreatif lainnya yang memikat, khususnya kalangan muda. Dan dengan doa sepenuh hati terpanjatkan doa, “Semoga Pancasila sakti dan tetap sakti hingga akhir hayat bumi Indonesia”.

*disarikan dari berbagai sumber

Leave Your Appreciation ..