bastamanography.id

just another lost stories from another lost journey

Dinamika PSDHM

DESA
SOCIAL
SOCIOPOLITICA

Sumber daya hukum masyarakat Desa merupakan aspek penting untuk dikuatkan dalam kehidupan Desa. Berbagai tekanan eksternal – yang menempatkan kepentingan masyarakat Desa sebagai sasaran, secara dominan berlapis dengan masalah hukum. Ketiadaan informasi, akses dan pemahaman hukum dasar membuat masyarakat tidak berdaya. Kepentingan dan hak-haknya ikut tergilas karenanya. Yang marjinal semakin sulit menatap masa depan. Dalam konteks ini, banyak konflik agraria dan sumber daya alam dapat dijadikan bukti. Konflik yang terjadi menghadapkan masyarakat Desa pada masalah dan kasus hukum tanpa ujung.

Namun demikian, situasi sumber daya hukum tak selalu tragis. Pada satu wilayah di mana kelembagaan lokal dan partisipasi bekerja dengan baik, sumberdaya hukum masyarakat Desa mengawal kemampuan masyarakatnya mengelola sumber daya alam. Kesejahteraan dihasikan dari tindakan-tindakan yang ditetapkan berdasar kesepakatan bersama atas kepemilikan komunal sumber daya alam. Ada penghargaan terhadap praktek baik yang lekat dengan adat istiadat itu, seperti yang tertuang sebagai pasal-pasal terkait Desa Adat dan Masyarakat Hukum Adat dalam UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Situasi yang digambarkan di atas, menyediakan pemahaman tentang bagaimana seharusnya kapasitas masyarakat Desa dikuatkan, melindungi kepentingan mereka, terutama yang hidup marjinal, dan menjadikan pembangunan Desa lebih respek pada hak-hak dasar dalam pencapaian tujuannya. Pengembangan Sumber Daya Hukum Masyarakat (PSDHM) dikenal kuat sebagai tradisi Bantuan Hukum Struktural (BHS) pada tahun-tahun awal organisasi LBH dibentuk. PSDHM dilaksanakan untuk mengjangkau dan membela hak-hak kelompok miskin dan marjinal. Mulanya, PSDHM ditopang dengan penyuluhan hukum bagi masyarakat miskin, memberi pemahaman hukum dasar dan menyediakan alat untuk pertahanan kepentingan. Tapi kesadaran baru tentang kuatnya masalah struktural dalam kasus-kasus terjadi, rekomendasikan jalan bagi PSDHM untuk pertajam metode dan analisis. Bahwa situasi masalah tidak dapat dipahami dengan baik tanpa melakukan analisis sosial; bahwa orang-orang dalam kelompok masyarakat itu harus memiliki kemampuan membela hak dan kepentingan mereka sendiri; bahwa upaya itu perlu perubahan kesadaran dan aksi kolektif, maka perlu pendidikan kritis dan pengorganisasian rakyat – dan dalam perkembangannya semua gagasan itu terkonsolidasi dengan namaParalegal.

Paralegal bukanlah sarjana hukum, tetapi memahami tentang hukum dasar dan memiliki ketrampilan menggunakan hukum dasar itu untuk membela dan melindungi hak-hak kelompok miskin. Paralegal bekerja efektif di Desa karena ia memang berasal dari sana, bekerja sehari-hari sebagai petani, guru, pendeta, bidan, buruh dan lain sebagainya. Paralegal mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya melalui kelas-kelas pelatihan dan hidup-belajar dalam kehidupan Desa, serta melakukan pekerjaannya sebagai perpanjangan-tangan masyarakat Desa. Tapi sejak lembaga donor multilateral terlibat dalam urusan ini, konsepsi Paralegal lebih sebagai legal professionals atau paling tidak, bagian atau perpanjangan tangan dari advokat / kantor advokat. Meski tindakannya dipromosikan atas nama kepentingan rakyat miskin (akses bantuan hukum untuk kelompok miskin) tapi Paralegal jadi berkembang ahistoris, jauh dari kebutuhan dan kepentingan rakyat miskin.

Oleh karenanya dapat dimaklumi, muncul konsep dan metode baru untuk menguatkan pembelaan bagi kelompok miskin dan marjinal. Itulah yang kemudian dikenal sebagai pendidikan hukum kritis dan pelembagaannya: Pendamping Hukum Rakyat. Kerangka kerja PSDHM memiliki wadah yang pas dalam aktivitas Pendamping Hukum Rakyat. Tetapi semua tergantung pada kemampuan dan daya tahan untuk menguatkan praktek Pendamping Hukum Rakyat itu di lapangan kehidupan Desa, atau pada wilayah di mana adat istiadat yang hakiki berada dan bekerja. Pelaksanaan UU Desa adalah arena baru yang menantang kemampuan mereka. (Andik Hardiyanto)

*sumber : merDesa Institute

Leave Your Appreciation ..